Pengantar

Media digital terus menguat terutama sejak diperkenalkannya internet di awal tahun 1990-an, atau bahkan sebelumnya. Sejak saat itu, perubahan drastis pada medium komunikasi ini telah mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap media massa. Kini, media cetak telah dipaksa -untuk tidak dikatakan memasuki senjakala- berbagi hegemoni dengan audience-nya. Penyajian informasi dewasa ini seolah wajib hukumnya memikirkan bagaimana membangun interaksi yang lebih lekat dengan audience-nya. Audience (pembaca, pendengar, dan permirsa) berita ataupun informasi lainnya musti diajak serta secara interaktif atau setidaknya melibatkannya dalam proses penyebarlusan pesan agar terjadi interaksi dan komunikasi timbal balik dengan pengirim pesan. Belum lagi jika menyebut jurnalisme warga (citizen journalism) dan  media sosial yang membahas berbagai isu seperti isu politik, ekonomi, pendidikan, agama dan seterusnya. Apa yang disebut terakhir ini juga telah menguat belakangan ini yang kreasinya dapat dilakukan oleh siapapun, di manapun dan kapanpun dengan hanya menggunakan smartphone semata misalnya.

 

Konversi data analog ke bentuk digital (digitality) juga telah menjamur di wilayah fotografi, desain grafis dan industri percetakan. Perubahan paling kentara paling tidak dirasakan pada kecepatan proses produksinya. Beberapa rangkaian proses produksi yang sebelumnya diisi tangan-tangan terampil kini telah dapat diotomatisasi oleh teknologi industri cetak. Berbagai perangkat lunak di bidang desain juga hadir memanjakan para pelaku industri di bidang desain media in door maupun out door, tata letak dan juga perwajahan. Tidak disangsikan lagi belakangan ini juga muncul fenomena konvergensi media yang menyelaraskan tampilan antara edisi cetak dan edisi online-nya. Bukan mustahil akibatnya hal ini juga mempengaruhi budaya baca di masyarakat.

 

Hadirnya new media dan bagaimana pengaruhnya dalam perkembangan dunia bisnis terkait dengan SDM juga masih membutuhkan jawaban. Perlu diketahui juga sejauh mana batasan etis, hak cipta, royalti dan privacy dalam new media ataupun digital media. Tidak ketinggalan pula kemungkinan hadirnya tawaran jalan keluar yang strategis untuk pengembangan usaha new media agar tampil menarik dan maksimal dan juga tidak bertabrakan dengan hukum dan norma. Bagi sebagian kalangan pelaku bisnis maupun profesional di bidang media, kenyataan di atas barangkali menjadi keresahan bersama. Untuk itulah kami mengundang segenap gagasan maupun hasil riset untuk merespon berbagai permasalahan di atas.